Senin, 26 November 2012

SKRIPSI EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN LARI 50 METER DENGAN MEDIA KOMPUTER DAN LCD PROJECTOR UNTUK KELAS VIII SMPLB-B

BAB I
PENDAHULUAN

Dalam bab pendahuluan ini akan diuraikan 4 hal sebagai berikut: (A) Latar Belakang, (B) Rumusan Masalah,  (C) Tujuan Penelitian, dan (D) Definisi, Asumsi, dan Keterbatasan.

A.      Latar Belakang
Pendidikan jasmani adalah mata pelajaran yang dilakukan melalui aktivitas fisik (jasmani) yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran, dan tindakan moral melalui kegiatan aktivitas jasmani lainnya. Pendidikan jasmani juga sangat dibutuhkan untuk membantu anak-anak cacat agar bisa menjaga kebugaran, kesehatan tubuh dan organ dalam. Namun, cara yang dilakukan tentu saja harus berbeda disesuaikan dengan kekurangan yang ada pada tubuh anak tersebut. Dilingkungan kita selama ini, kita tidak hanya bertemu dengan anak-anak normal, namun kita juga sering kali bertemu dengan anak-anak luar biasa. “Anak luar biasa dalam lingkungan pendidikan dapat diartikan seseorang yang memiliki ciri-ciri penyimpangan mental, fisik, emosional, atau tingkah laku yang membutuhkan modifikasi dan pelayanan khusus agar berkembang secara maksimal potensi yang dimilikinya” (Tarigan, 2000: 9).
 Menurut Arch C. Meck dalam bukunya yang berjudul “The Educational of Exeptional Children”, “Anak cacat adalah anak yang penampilan geraknya menyimpang dari gerakan normal secara keseluruhan” (Tarigan, 2000: 9). Salah satu bentuk cacat adalah gangguan pendengaran atau biasa dikenal dengan tunarungu. Gangguan pendengaran pada anak merupakan suatu hambatan anak untuk melakukan gerak dan komunikasi secara normal antar anak. Dapat juga berakibat negatif terhadap munculnya konsep diri yang rendah pada anak. “Berkaitan dengan hal itu muncullah pendidikan jasmani adaptif, perlu ditegaskan bahwa siswa yang memiliki kecacatan mempunyai hak sama dengan semua yang tidak cacat dalam memperoleh pendidikan dan pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan” (Tarigan, 2000: 8).
“Tujuan penjas adaptif adalah untuk merangsang perkembangan anak secara menyeluruh, dan diantara aspek penting yang dikembangkan adalah konsep diri yang positif” (Tarigan, 2000: 10). Kondisi ketunarunguan mengakibatkan anak berkesulitan belajar utamanya dalam pembelajaran penjas. “Kehilangan pendengaran pada seorang anak juga berpengaruh pada perkembangan fungsi kognitifnya, karena anak tunarungu mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang bersifat verbal terutama konsep-konsep yang bersifat abstrak yang memerlukan penjelasan” (Natawidjaya dan Alimin, 1996: 126). Tugas guru penjas adaptif adalah memberikan bantuan dan membangkitkan kepercayaan diri, bahwa siswa dapat berhasil untuk menjalani pergaulan sosial. Oleh karena itu seorang guru yang akan mengabdikan diri pada pendidikan anak tunarungu harus memiliki pemahaman yang baik mengenai karakteristik dan permasalahan yang dialami oleh anak tunarungu dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. “Masalah mendasar yang dihadapi guru penjas terhadap anak yang mengalami gangguan pendengaran adalah bagaimana melakukan komunikasi seefektiv dan seefisien mungkin. Bila kemudian tidak lancar, maka program pembelajaran tidak terlaksana dengan baik” (Tarigan, 2000: 21).
Dalam UU No.14 Tahun 2005 pasal 8 dijelaskan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pada pasal 10 ayat (1) juga disebutkan kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.  Tentunya kualifikasi guru yang disebutkan juga berlaku bagi guru penjas adaptif, Penggunaan suatu media dalam pelaksanaan mengajar bagaimanapun akan membantu kelancaran, efektivitas, dan evisiensi mencapai tujuan. “Guru pendidikan jasmani tidak hanya berurusan dengan keterampilan sistem saraf dan otot atau perkembangan jasmani individu, akan tetapi juga bertanggung jawab terhadap perkembangan mental, emosional, dan sosial anak” (Ateng, 1992: 93).
Wahoro (2009: 2) dalam tulisannya menyebutkan pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan merangsang kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media atau alat bantu berupa media komputer dan LCD Projector yang disadari oleh banyak praktisi pendidikan sangat membantu aktivitas proses pembelajaran baik dalam maupun luar kelas, terutama membantu peningkatan prestasi belajar siswa tunarungu yang mengandalkan pengelihatannya.
Ketertarikan peneliti untuk meneliti efektivitas penggunaan media komputer dan LCD Projector pada pembelajaran pendidikan jasmani khususnya materi lari 50 meter pada siswa tunarungu kelas VIII tentunya didasari bukti penelitian, yaitu :
1.    Hanafi (2009), dalam penelitiannya dengan judul “Penggunaan Media Visual Terhadap Hasil Belajar Sepak Sila Melalui Penggunaan Metode Self Check”. Membuktikan bahwa penggunaan media audio visual terbukti efektif untuk meningkatkan hasil belajar sepak sila.
2.    Pada penelitian Yani (2008) dengan judul “Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual (VCD) terhadap Hasil Ketepatan Servis Atas pada Permainan Bolavoli”. Membuktikan bahwa penggunaan audio visual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan ketepatan servis pada permainan bolavoli.
3.    Serta penelitian milik Yudiastowo (2010) dengan judul “Efektifitas Penggunaan Multimedia Komputer dan LCD Projector pada Pembelajaran Bolabasket (Jump Shoot)”. Dalam hasil penelitiannya Yudiastowo juga menyatakan bahwa penggunaan multimedia komputer dan LCD Projector pada pembelajaran bolabasket jump shoot terbukti efektif dipergunakan  dan dapat membantu guru dalam pembelajaran penjas.
Dari hasil penelitian-penelitian tersebut diataslah peneliti ingin mengadakan penelitian dengan lingkup pemberian media pembelajaran dalam penjas untuk anak-anak luar biasa.
B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang sebelumnya, maka dapat dirumuskan suatu permasalahan dalam penelitian ini, yaitu :
1.    Bagaimanakah efektifitas penggunaan media komputer dan LCD Projector pada hasil belajar penjas materi lari 50 meter untuk siswa tunarungu kelas VIII?
2.    Apakah penggunaan media komputer dan LCD Projector dapat membantu guru dalam proses pembelajaran penjas materi lari 50 meter untuk siswa tunarungu kelas VIII?

C.      Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan yang muncul di rumusan masalah yaitu:
1.    Untuk mengetahui apakah dengan menggunakan media komputer dan LCD Projector pembelajaran penjas dengan materi lari 50 meter pada siswa tunarungu kelas VIII dapat berlangsung secara efektif.
2.    Untuk mengetahui apakah penggunaan media komputer dan LCD Projector dapat membantu guru dalam proses pembelajaran penjas materi lari 50 meter untuk siswa tunarungu kelas VIII dan mempengaruhi hasil belajar mereka.

D.      Definisi, Asumsi, dan Keterbatasan
                 Dalam penelitian ini terdapat definisi, asumsi, dan keterbatasan sebagai tolak ukur. Untuk lebih jelasnya perhatikan keterangan berikut.
1.      Definisi
Untuk menghindari penafsiran yang salah terhadap istilah-istilah yang digunakan, maka perlu kiranya penulis memberikan definisi bahwa:
a.       Efektivitas, tedapat pengaruh yang berupa perubahan hasil belajar setelah siswa melaksanakan pembelajaran dengan bantuan media komputer dan LCD Projector.
b.      Media, komponen pendukung pembelajaran berupa komputer dan LCD Projector.
c.       Lari 50 meter, salah satu nomor lomba dalam cabang olahraga atletik yang menjadi salah satu sub materi dari materi ajar atletik dalam penjas di sekolah.
d.      Tunarungu, anak berpendengaran lemah yang menjadi siswa SMPLB-B kelas VIII.
2.      Asumsi
           Asumsi merupakan dugaan/anggapan dasar, maksudnya adalah pokok-pokok pikiran yang digunakan sebagai  titik-titik untuk menuju masalah sebenarnya. Berdasarkan tujuan penelitian dan rumusan masalah yang telah diuraikan maka asumsi yang melandasi penelitian ini adalah, semua siswa penyandang cacat tunarungu dapat melakukan tugas gerak yang diberikan dengan baik dengan bantuan penggunaan media komputer dan LCD Projector dalam proses pembelajaran.
3.                                               Batasan Masalah/Keterbatasan
            Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada variabel tes yang digunakan, yaitu hanya untuk mengetahui efektivitas penggunaan komputer dan LCD Projector pada pembelajaran materi penjas lari 50 meter untuk siswa berkebutuhan kusus yaitu tunarungu kelas VIII dalam komponen psikomotor, afektif, dan kognitifnya.


















BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Dalam bab kajian pustaka ini akan diuraikan 4 hal sebagai berikut: (A)  Media Komputer Dan LCD Projector, (B) Lari 50 meter, (C) Tunarungu, dan (D) Hipotesis.

A.      Media Komputer dan LCD Projector
Penggunaan teknologi yang dimaksud adalah pemanfaatan komputer. Hal ini dikarenakan kemampuan komputer yang dapat mengolah berbagai informasi menjadi suatu media yang interaktif. Komputer yang peneliti gunakan adalah jenis netbook. Berkaitan dengan hal tersebut menurut Sutopo dalam (Achmad: 2007) menjelaskan bahwa multimedia interaktif dalam banyak aplikasi, pengguna dapat memilih apa yang akan dikerjakan selanjutnya, bertanya, dan mendapatkan jawaban yang mempengaruhi komputer untuk mengerjakan fungsi selanjutnya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa multimedia mempunyai banyak aplikasi untuk menampilkan berbagai animasi dan simulasi. Siswa akan sangat tertolong dengan multimedia dalam memahami konsep yang abstrak. Hal ini dikarena multimedia dapat membuat konsep yang bersifat abstrak tersebut menjadi lebih konkrit.
Dari uraian di atas dapat diketahui multimedia interaktif akan dapat mewujudkan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM). Di samping itu, multimedia juga mampu menghadirkan contoh penerapan konsep yang sesuai dengan  kehidupan sehari-hari. Melalui bantuan komputer tersebut diharapkan memberikan rangsangan bagi siswa sehingga meningkatkan motivasi dan minatnya dalam mempelajari materi lari 50 meter.  Dengan adanya minat dan motivasi dalam belajar maka diharapkan berdampak pada hasil pembelajaran.
B.       Lari 50 Meter
Atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang diminati. Selain itu, atletik merupakan cabang olahraga tertua, dan bisa disebut bahwa cabang olahraga atletik merupakan dasar dari cabang olahraga lainnya. Atletik sendiri memiliki tiga cabang lomba, yaitu nomor lari, lompat, dan lempar. Nomor lari juga memiliki beberapa cabang nomor yaitu sprint, lari jarak menengah, dan lari jarak jauh. Tentunya tidak semua cabang lomba dalam atletik di cantumkan sebagai materi pembelajaran di sekolah, hanya beberapanya saja. Salah satu materi ajar dalam pelajaran pendidikan jasmani di sekolah adalah lari 50 meter yang meliputi beberapa sub materi antara lain tekhnik start, akselerasi saat lari dan teknik melakukan finish.
C.      Tunarungu
Tunarungu merupakan salah satu bentuk kecacatan yang ada pada anak berkebutuhan khusus. Gangguan pendengaran merupakan salah satu hambatan yang sangat berarti untuk melakukan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari salah satu dampak gangguan pendengaran adalah sering terjadi salah paham sehingga berpengaruh terhadap penyesuaian diri.


Ada dua kategori gangguan pendengaran yaitu:
a.    Tuli, berarti adanya kerusakan pada alat pendengaran yang cukup berat sehingga tidak bisa menerima informasi bahasa termasuk memprosesnya.
b.    Sulit mendengar, berarti adanya kerusakan pada alat pendengaran yang sifatnya bisa tetap dan tidak tetap, namun tidak sama dengan tuli.
Kemampuan belajar anak tunarungu berhubungan erat dengan derajat ketunarunguan yang dialami anak, semakin berat derajat ketunarunguan anak akan semakin berat hambatan yang dihadapi anak dalam mengikuti pendidikan di sekolah. Sebaliknya anak yang memiliki derajat ketunarunguan ringan akan lebih mudah dalam mengikuti program pendidikannya. “Penting untuk diingat bahwa dua anak bisa mempunyai derajat dan pola tunarungu yang sama tetapi bisa menggunakan pendengaran sisa mereka secara berbeda karena perbedaan dalam hal usia ketika tunarungu terjadi” (Widati dan Mutadlo, 2007: 232). Jumlah tunarungu dan pendengaran sisa keduanya dideskripsikan terkait dengan tingkat disable (dB). Kemampuan untuk mendeteksi bunyi dalam kisaran 0-25 dB dianggap normal untuk anak-anak.
Tabel 2.1
Derajat Tunarungu
Ambang batas pendengaran
Derajat cacat
Kesulitan memahami ujaran berikut ini
27-40 dB
Agak cacat
Ujaran lemah
41-55 dB
Cacat ringan
Ujaran normal
56-70 dB
Cacat nyata
Ujaran keras
71-90 dB
Cacat parah
Ujaran yang diteriakkan

Ambang batas pendengaran
Derajat cacat
Kesulitan memahami ujaran berikut ini
Lebih dari 90 dB
Cacat mendalam
Ujaran apapun, bahkan ujaran yang dikeraskan
Craft: 1997 (dalam Widati dan Murtadlo, 2007: 233).
D.      Hipotesis
Menurut Maksum (2008: 27) Hipotesis adalah dugaan sementara yang diajukan penelitian yang berupa pernyataan-pernyataan yang masih harus diuji kebenarannya. Hipotesis menyatakan:
1.    Penggunaan media komputer dan LCD Projector efektif dalam pembelajaran lari 50 meter untuk siswa kelas VIII SMPLB-B Tunarungu Karya Mulia.
2.    Untuk mengkaji hipotesis nihil menggunakan taraf signifikan 5%, kemungkinan kemungkinan hasil yang diperoleh:
a.    Apa bila t statistic lebih kecil dari nilai t dalam tabel, maka hipotesis nihil diterima, maksudnya penggunaan media komputer dan LCD Projector tidak efektif dalam pembelajaran lari 50 meter untuk siswa kelas VIII SMPLB-B Tunarungu Karya Mulia.
b.     Apa bila t statistic sama atau lebih besar dari nilai t dalam tabel, maka hipotesis nihil ditolak, maksudnya penggunaan media komputer dan LCD Projector terbukti efektif dalam pembelajaran lari 50 meter untuk siswa kelas VIII SMPLB-B Tunarungu Karya Mulia.


BAB III
METODE PENELITIAN

            Dalam bab metode penelitian ini akan diuraikan 6 hal sebagai berikut: (A) Jenis dan Desain Penelitian, (B) Variabel Penelitian, (C) Populasi dan Sampel, (D) Instrumen Penelitian, (E) Prosedur Penelitian, dan (F) Teknik Analisis Data.

A.      Jenis dan Desain Penelitian
Sesuai dengan permasalahan yang telah dipaparkan, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif dalam penelitian antara lain dicirikan oleh pengujian hipotesis dan digunakannya instrumen-instrumen tes yang standar (Maksum, 2008: 10). Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan secara ketat untuk mengetahui hubungan sebab akibat diantara variabel-variabel (Maksum, 2008: 14). Salah satu ciri utama dari penelitian eksperimen adalah adanya perlakuan (treatment) yang diberikan pada subyek atau obyek penelitian. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest-Posttest Design, dalam desain ini tidak ada kelompok kontrol, dan subjek tidak ditempatkan secara acak. Kelebihan desain ini adalah dilakukannya pretest dan posttest sehingga dapat diketahui dengan pasti perbedaan hasil akibat perlakuan yang diberikan (Maksum, 2008: 48).



T1
X
T2
Gambar 3.1 One Group Pretest-Posttest Design
Katerangan :
T1                         :   Tes awal (pretest), sebelum siswa melakukan pembelajaran menggunakan media komputer dan LCD Projector.  
X              :   Pemberian perlakuan terhadap kelompok tes.
T2             :   Tes akhir (posttest), sesudah siswa melakukan pembelajaran menggunakan media komputer dan LCD Projector.

B.       Variabel Penelitian
Maksum (2008: 30) menyimpulkan variabel adalah suatu konsep yang memiliki variabilitas atau keragaman yang menjadi fokus penelitian. Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2006: 118). Variabel dapat digolongkan menjadi variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi, sementara variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi.
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel babas adalah penggunaan media komputer dan LCD Projector, sedangkan variabel terikatnya adalah pembelajaran lari 50 meter untuk siswa tunarungu kelas VIII.

C.      Populasi dan Sampel
 “Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian: (Arikunto, 2006: 130). Sedangkan menurut (Maksum, 2008: 39) “populasi adalah keseluruhan atau objek yang dimaksudkan untuk diteliti dan yang nantinya akan dikenai generalisasi”. Dan generalisasi adalah suatu cara pengambilan kesimpulan terhadap kelompok individu atau objek yang lebih luas berdasarkan data yang diperoleh dari sekelompok individu atau objek yang lebih sedikit. Populasi sangat penting karena merupakan suatu bagian yang nantinya akan dijadikan bahan penelitian. Populasi dari penelitian kali ini adalah siswa kelas VIII SMPLB-B Karya Mulia Surabaya. Sedangkan Sampel adalah sebagian atau wakil yang diteliti (Arikunto, 2006: 131). Dalam penelitian kali ini yang diambil adalah siswa kelas VIII yang ada di SMPLB-B Karya Mulia Surabaya. Sampel secara sederhana diartikan sebagai bagian dari populasi untuk mewakili seluruh populasi atau sebagian individu yang diselidiki (Maksum, 2008: 39).
Teknik sampel yang digunakan adalah cluster sampling yaitu sampel yang dipilih bukan individu, tetapi kelompok atau area yang kemudian disebut cluster (Maksum, 2008: 42). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPLB-B Karya Mulia Surabaya, walaupun kelas VIII berjumlah 3 kelas namun dikarenakan jumlah tiap kelas tidak lebih dari 8 siswa maka sampel yang digunakan adalah keseluruhan dari siswa kelas VIII SMPLB-B Karya Mulia Surabaya.

D.      Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :


1.       RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Materi Lari 50 Meter
                        Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kemampuan melaksanakan start, akselerasi saat berlari, finish. Instrumen yang digunakan adalah RPP (lihat lampiran 1, halaman 28). RPP dibuat untuk memudahkan guru dalam mengingat serta menjalankan kegiatan pembelajaran sesuai urutannya. RPP guru berisi standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator yang harus dicapai dalam pembelajaran, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran langkah-langkah kegiatan pembelajaran, sumber yang digunakan dalam pembelajaran, dan penilaian.
Tabel 3.1
Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Teknik Dasar
Lari Jarak Pendek   (sprint)
Aspek Yang Dinilai
Kualitas Gerak
1
2
3
4
1.               Kebenaran teknik start jongkok
2.               Kebenaran teknik strat dengan aba-aba (”bersedia”,”siap”, ”ya” dengan aba-aba isyarat bendera)
3.               Kebenaran teknik lari sprint
4.               Kebenaran teknik memasuki garis finish





JUMLAH

JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16









Tes unjuk kerja (psikomotor): 
Melakukan start jongkok dengan aba-aba start (”bersedia”, ”siap”, ”ya” dengan aba-aba isyarat bendera), lari sprint, dan memasuki finish.
Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4.
Tabel 3.2
Rubrik Penilaian Perilaku dalam Lari Jarak Pendek (Sprint)
Perilaku yang Diharapkan
Cek (√ )
1.  Percaya diri

2.  Kejujuran (tidak bermain curang)

3.  Disiplin

JUMLAH  

JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 3



Pengamatan sikap (afeksi):
Lakukan lari jarak pendek (sprint) dan nilai disiplin, semangat, serta kejujuran. 
Keterangan : Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan.  Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1


Tabel 3.3
Rubrik Penilaian Pemahaman Konsep Lari Jarak Pendek (Sprint)
Pertanyaan yang Diajukan
Kualitas Jawaban
1
2
3
4
1.  Jelaskan bagaimana sikap start jongkok yang benar !
2.  jelaskan bagaimana teknik lari jarak pendek (sprint) yang benar !
3.  jelaskan bagaimana teknik memasuki garis finish yang benar dalam lari jarak pendek (sprint)




JUMLAH

JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12









Kuis/embedded test (kognisi):
Peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep teknik-teknik dasar lari jarak pendek (sprint).
Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4.
2.      Materi Pembelajaran.
            Merupakan pedoman atau acuan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran (lihat lampiran 2, halaman 38). Dalam materi pembelajaran dijelaskan sedikit tentang sejarah atletik, definisi lari sprint, bagian-bagian dalam berlari mulai dari teknik melakukan start, posisi saat berlari, dan melakukan finish.
3.       Angket Formatif Siswa
Metode angket atau kuisioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya (Arikunto, 2006: 151). Metode angket dilakukan dengan cara menyebarkan pertanyaan yang sesuai dengan tujuan penelitian kepada siswa tunarungu kelas VIII SMPLB-B Karya Mulia Surabaya. Kuisioner yang digunakan adalah angket formatif siswa, angket formatif siswa digunakan untuk mengetahui seberapa efektif pembelajaran dikelas dari sisi pendapat siswa. Lembar angket formatif siswa diberikan dan diisi oleh siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. angket formatif siswa terdiri dari 9 pertanyaan yang terdiri dari 4 komponen pokok yaitu hasil, kemauan, metode, dan kerjasama. Hasil dijabarkan dalam pertanyaan 1, 2, 3; kemauan dijabarkan dalam pertanyaan 4, 5; metode dijabarkan dalam pertanyaan 6, 7; dan kerjasama dalam pertanyaan dalam 8, 9. Kuisioner ini diberikan pada siswa sesaat setelah guru selesai memberikan materi. Karena siswa yang diteliti adalah siswa tunarungu, maka siswa dapat didampingi oleh penerjemah bahasa tulis kedalam bahasa isyarat yang sering digunakan siswa tunarungu dalam bahasa sehari-hari agar siswa dapat lebih mudah mengerti maksud dari setiap pertanyaan yang diberikan oleh peneliti dalam kuarsioner yang disediakan.
Untuk mempermudah penilaian jawaban dari masing-masing item pertanyaan dalam angket (lihat lampiran 3, halaman 42) tersebut, peneliti menyediakan alternatif skor jawaban dengan standar penilaian atau skor dari tiap-tiap pilihan sebagai berikut:
a.    Alternatif jawaban “Ya” dengan nilai 3.
b.    Alternatif jawaban “ Tidak Tahu” dengan nilai 2.
c.    Alternatif jawaban “Tidak” dengan nilai 1.
4.    Lembar Angket Pengamatan Pembelajaran Penjasorkes
Data observasi kelas penjasorkes dikumpulkan melalui observasi langsung pada saat pembelajaran dilaksanakan. Pengamatan dilakukan menggunakan angket pengamatan pembelajaran penjasorkes (lihat lampiran 4, halaman 43) dan dilakukan oleh 3 pengamat yang nantinya ditentukan dan bertugas untuk mengamati serta mencatat persiapan guru, pelaksanaan pembelajaran, dan aktifitas siswa.
5.    Rekapitulasi Nilai Atletik Materi Pokok Lari 50 Meter (Sprint) Sebelum Menggunakan Media Komputer Dan LCD Projector
Merupakan tabel yang dibuat untuk merekap/menyalin ulang hasil penilaian pada rubrik penilaian psikomotorik, afektif, dan kognitif, setelah itu dihitung dengan rumus (n x 50) untuk nilai psikomotorik, (n x 30) untuk nilai afekif, dan (n x 20) untuk nilai kognitif guna mendapat nilai akhir (lihat lampiran 5, halaman 44).
6.    Rekapitulasi Nilai Atletik Materi Pokok Lari 50 Meter (Sprint) Sesudah Menggunakan Media Komputer Dan LCD Projector
Merupakan tabel yang dibuat untuk merekap/menyalin ulang hasil penilaian pada rubrik penilaian psikomotorik, afektif, dan kognitif. Nilai yang di gunakan adalah nilai siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan media komputer dan LCD Projector. Setelah itu dihitung dengan rumus (n x 50) untuk nilai psikomotorik, (n x 30) untuk nilai afekif, dan (n x 20) untuk nilai kognitif guna mendapat nilai akhir (lihat lampiran 6, halaman 45).

E.       Prosedur Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, penulis menguraikan tahap persiapan samapai tahap pelaksanaan penelitian dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.          Tahap Persiapan
a.       Membuat proposal penelitian yang diajukan pada jurusan,
b.      Mengurus surat izin untuk penelitian yang ditujukan kepada Kepala Sekolah SMPLB-B Karya Mulia Surabaya,
c.       Menghubungi guru-guru penjas SMPLB-B Karya Mulia Surabaya dengan membertahukan maksud dan tujuan dari penelitian tersebut,
d.      Menentukan Waktu untuk mengadakan penelitian tersebut.
2.      Tahap Penelitian
Sebelum melakukan penelitian perlu diadakan beberapa kali survey ke lokasi penelitian untuk mengetahui keadaan SMPLB-B Karya Mulia Surabaya.
3.      Pelaksanaan Penelitian
Peneliti melakukan penelitian di sekolah yang menjadi subjek peneliti dengan sampel yang telah ditentukan. Dalam hal ini, observasi dilakukan secara langsung oleh peneliti, serta dilakukan pengambilan foto pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a.    Peneliti akan menyerahkan surat izin untuk melakukan penelitian yang akan diserahkan kepada kepala sekolah SMPLB-B Karya Mulia Surabaya,
b.    Melakukan awal observasi dan sekaligus sampai akhir penelitian,
c.    Memberikan lembar angket pada akhir pembelajaran pada siswa,
d.   Memberikan wawancara singkat pada guru diawal dan diakhir pembelajaran selama proses penelitian dilaksanakan,
e.    Melakukan pengambilan foto dan gambar untuk dokumentasi.



F.       Teknik Analisis Data
Pada penelitian ini diperlukan metode analisis data statistik karena data yang dikumpulkan merupakan data kuantitatif, yaitu penggambaran atau penjabaran dari pengaruh media pembelajaran demonstrasi terhadap keefektifan tugas gerak pada siswa kelas VIII tunarungu di SMPLB-B Karya Mulia Surabaya. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan hasil pengamatan tentang pengaruh media komputer dan LCD Projector terhadap keefektifan tugas gerak penjas adaptif yaitu dengan hasil observasi yang dilakukan peneliti dan angket pada siswa tuna rungu dan dokumentasi.
       Untuk mengetahui berapa besar nilai hasil tes:
a.              Rumusan penilaian untuk mengetahui kemampuan siswa baik psikomotorik, afektif, dan kognitif.

           

b.    Uji T
Pada penelitian ini uji t yang digunakan adalah uji t sampel sejenis berfungsi membandingkan data yang berasal dari kelompok subyek yang sama. Rumus ini digunakan untuk menganalisis perbedaan yang terdapat pada rekapitulasi nilai siswa sebelum diberi model pembelajaran menggunakan media komputer dan LCD Projector, dengan rekapitulasi nilai siswa setelah diberi model pembelajaran menggunakan media komputer dan LCD Projector.
                
            Keterangan:
            D         :           Perbedaan setiap pasangan skor (pretest-postest)
            N         :           Jumlah sampel
                                                                                    (Maksum,  2008: 45)

          Adapun rumus yang digunakan dalam teknik analisis data ini adalah pengolahan data lembar observasi dan angket sebagai berikut:
            Skala yang digunakan dalam angket adalah skala likret dengan rentang 1 sampai 3

N=(4*∑r1+3*∑r2+2*∑r3+1*∑r4)
 
Dari skala itu dihitung jumlah nilainya dengan rumus:


Setelah itu dihitung rerata dari tiap jumlah nilai dari tiap komponen dengan rumus:


        

 
 



Setelah itu akan diketahui nilai komponen yang ingin dinilai. Dengan kategori tinggi dan rendah.
Keterangan:    N= Jumlah nilai
                              A= Jumlah pertanyaan                  (Arikunto, 2006: 253 )

                       
















DAFTAR RUJUKAN
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi IV. Jakarta: Rineka Cipta.
Ateng, Abdulkadir. 1992. Asas dan Landasan Pendidilkan Jasmani. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.
Hanafi, Moh., 2009. Penggunaan Media Audio Visual terhadap Hasil Belajar Sepak Sila Melalui Penggunaan Self Check. Skripsi Tidak Diterbitkan. Surabaya: JPO FIK Unesa.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 2008. Jakarta: Visimedia.
Maksum, Ali. 2008. Metodelogi Penelitian dalam Olahraga. Surabaya: University Press.
Maksum, Ali. 2009. Statistik dalam Olahraga. Surabaya: University Press.
Natawidjaya, R. & Alimin, Z. Penelitian bagi Guru Pendidikan Luar Biasa. 1996. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Guru.
Taringan, Beltasar. 2000. Penjas Adaptif. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.
Tim Penyusun. Panduan Penulisan dan Penilaian Skripsi Universitas Negeri Surabaya. 2006. Surabaya: Unesa University Press.
Tim Penyusun. Pedoman Penulisan dan Ujian Skripsi Universitas Negeri Surabaya. 2000. Surabaya: Unesa University Press.
Wahoro, Novita Gustya. 2009. Penerapan Multimedia pada Pembelajaran Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) 2008. Skripsi Tidak Diterbitkan. Surabaya: JPO FIK Unesa.
Widati, S., & Murtadlo. 2007. Pendidikan Jasmani dan Olahraga Adaptif. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan.
Yani, Ahmad. 2008. Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual (VCD) Terhadap Hasil Ketepatan Servis Atas pada Permainan Bolavoli. Skripsi Tidak Diterbitkan. Surabaya: JPO FIK Unesa.
Yudistowo, Sonni. Efektifitas Penggunaan Multimedia Komputer dan LCD Projector pada Pembelajaran Bola Basket Jump Shoot. Skripsi Tidak Diterbitkan. Surabaya: JPO FIK Unesa.
.



























LAMPIRAN











Lampiran 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)             
SMPLB                                 :    SMPLB-B Tunarungu Karya Mulia
Mata Pelajaran                    :    Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester                     :    VIII (Genap)
Standar Kompetensi
1.         Mempraktikkan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya.
Kompetensi Dasar
1.1         Mempraktikkan teknik dasar  atletik  serta nilai toleransi, percaya diri, keberanian, menjaga keselamatan diri dan orang lain, bersedia berbagi tempat dan peralatan.
Indikator                              :
Psikomotor
·         Melakukan teknik dasar start jongkok,
·         Melakukan teknik start jongkok dengan aba-aba start,
·         Melakukan teknik lari jarak pendek,
·         Melakukan teknik memasuki garis finish.
  Kognisi
·         Mengetahui teknik dasar start jongkok,
·         Mengetahui teknik start jongkok dengan aba-aba start,
·         Mengetahui teknik lari jarak pendek,
·         Mengetahui teknik memasuki garis finish.

  Afeksi
·         Dapat disiplin dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

A.  Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran siswa diharapkan :
a.       Siswa dapat melakukan teknik dasar start jongkok, dengan benar,
b.      Siswa dapat melakukan start jongkok dengan pemberian aba–aba start , dengan benar,
c.       Siswa dapat melakukan teknik dasar lari jarak pendek, dengan benar,
d.      Siswa dapat melakukan teknik memasuki start, dengan baik. 

B.  Materi Pembelajaran
Tahapan-tahapan dalam lari jarak pendek:
·         Teknik dasar start jongkok,
·         Teknik lari jarak pendek,
·         Teknik memasuki Finish.

C.  Metode Pembelajaran
·         Pendekatan sosialisasi (socialization approach) yang berlandaskan pandangan bahwa proses pendidikan harus diarahkan, selain untuk meningkatkan keterampilan pribadi dan berkarya, juga keterampilan berinteraksi sosial dan hubungan manusiawi. Pada pelaksanaannya guru senantiasa melakukan proses pembelajaran dengan berkelompok.
·         Pemberian tugas

D.        Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1 (2 x 40 menit)
      Persiapan Guru Penjasorkes Sebelum Pembelajaran
§   Menyiapkan perangkat pembelajaran yang berupa Silabus, RPP, Lembar Presensi dan Penilaian,
§   Menyiapkan dan mengatur peralatan/setting alat.
      Kegiatan Pendahuluan 30 menit
§   Berdoa dan Presensi.
§   Pemanasan terkait dengan materi, dipimpin oleh guru:
à          Menaikkan suhu tubuh, peregangan otot.
à          Dilakukan dengan gerakan dari kepala sampai ke kaki.
§   Menyajikan informasi kepada siswa tentang materi yang akan di praktekkan, dengan cara menyampikan dengan menggunakan media vidio yang ditayangkan melalui komputer dan LCD Projector.
      Kegiatan Inti (Pola T-M-F-K) 50 menit
§   Guru mengatur posisi siswa dalam bentuk barisan.
§   Guru mendemonstrasikan bagaimana teknik start jongkok tersebut diikuti oleh seluruh siswa dan siswa melakukan Tugas untuk melakukan teknik dasar start jongkok yang telah di demostrasikan. (Metode demonstrasi dan pemberian tugas). Pemberian aba-aba saat start pun juga berbeda dari biasanya siswa diberi aba-aba melalui isyarat bendera.




§   Guru Memonitor dan Evaluasi tugas gerak siswa
§   Memberikan Feedback (kebenaran teknik dan kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran).
Siklus T-M-F dapat diulang apabila masih ada siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM).
§   Konstruksi nilai-nilai olahraga (sesuai dengan kompetensi dasar)
§   Selanjutnya guru mengatur posisi siswa dalam bentuk kelompok berbanjar , contoh : ada 4(empat) kelompok, dalam satu kelompok terdiri dari 8 -10 siswa.Dengan catatan tiap kelompok terdiri dari siswa putra dan putri dengan jumlah yang relatif sama.
§   Siswa melekukan tugas utuk melakukan teknik dasar gerakan start jongkok dengan aba –aba start (”bersedia”, ”siap” , ”ya”),berlari dalam jarak pendek yang telah ditentukan dan memasuki garis finish.









§   Guru Memonitor dan Evaluasi tugas gerak siswa, sekaligus guru melakukan penilaian afektif melalui observasi (Metode pendekatan sosialisasi).
§   Memberikan Feedback (kebenaran teknik dan kerja dalam kelompok).
      Kegiatan Penutup 5 menit
§   Pendinginan

E.  Sumber Belajar
·          Buku Teks

Alat Pelajaran
·          Ruang terbuka yang datar dan aman
·          Start block
·          Stop watch
·          Kapur untuk garis batas
·          Bendera untuk memberi isyarat
·          Komputer (notebook)
·          LCD Projector

F.     Penilaian
      1.   Teknik penilaian:
- Tes unjuk kerja (psikomotor): 
                              Melakukan start jongkok dengan aba-aba start (”bersedia”, ”siap”, ”ya” dengan aba-aba isyarat bendera), lari sprint,dan memasuki finish.
Keterangan:
Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4
- Pengamatan sikap (afeksi): 
Lakukan lari jarak pendek (sprint) dan nilai disiplin, semangat, serta kejujuran. 
Keterangan :
Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan.  Tiap perilaku yang di cek ( √ ) mendapat nilai 1.              
-  Kuis/embedded test (kognisi):
Peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep teknik-teknik dasar lari jarak pendek (sprint)
Keterangan:
Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4
Rumus Penilaian
    
     (n 1 x50) + (n2 x30) + (n3 x20)
     X 100%
                 S Skor maksimal
 
 






2. Rubrik Penilaian     
RUBRIK PENILAIAN
UNJUK KERJA TEKNIK DASAR LARI JARAK PENDEK (SPRINT)
Aspek Yang Dinilai
Kualitas Gerak
1
2
3
4
5.      Kebenaran teknik start jongkok
6.      Kebenaran teknik strat dengan aba-aba (”bersedia”,”siap”, ”ya” dengan isyarat bendera)
7.      Kebenaran teknik lari sprint
8.      Kebenaran teknik memasuki garis finish





JUMLAH

JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16








Tes unjuk kerja (psikomotor): 
                              Melakukan start jongkok dengan aba-aba start (”bersedia”, ”siap”, ”ya”), lari sprint,dan memasuki finish
Keterangan:Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4.
RUBRIK PENILAIAN
PERILAKU DALAM LARI JARAK PENDEK (SPRINT)
PERILAKU YANG DIHARAPKAN
CEK (√ )
1.  Percaya diri

2.  Kejujuran (tidak bermain curang)

3.  Disiplin

JUMLAH  

JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 3




Pengamatan sikap (afeksi): 
Lakukan lari jarak pendek (sprint) dan nilai disiplin, semangat, serta kejujuran 
Keterangan : Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan.  Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1.
RUBRIK PENILAIAN
PEMAHAMAN KONSEP LARI JARAK PENDEK (SPRINT)
Pertanyaan yang diajukan
Kualitas Jawaban
1
2
3
4
1.  Jelaskan bagaimana sikap start jongkok yang benar !
2.  jelaskan bagaimana teknik lari jarak pendek (sprint) yang benar !
3.  jelaskan bagaimana teknik memasuki garis finish yang benar dalam lari jarak pendek (sprint)




JUMLAH

JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12








Kuis/embedded test (kognisi):
Peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep teknik-teknik dasar lari jarak pendek (sprint)
Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4


REKAPITULASI NILAI ATLETIK
MATERI POKOK LARI 50 METER (SPRINT)
No
NAMA
NILAI PROSES DAN HASIL
NILAI
Nilai Akhir
KET
Psikomotor
Kognitif
Afektif
P x 50
K x 30
A x 20
1
2
3
4
1
2
1
2



1.














2.














3.














4.














5.














Dst































KETERANGAN:
Psikomotor            :
  1. Kebenaran teknik start jongkok
  2. Kebenaran teknik strat dengan aba-aba (”bersedia”,”siap”, ”ya”)
  3. Kebenaran teknik lari sprint
  4. Kebenaran teknik memasuki garis finish
      Kognitif                :
1.  Jelaskan bagaimana sikap star jongkok yang benar !
2.  Nilai terbaik dari pertanyaan 2 dan 3
Afektif                  :
1.      Percaya diri
2.      disiplin



Mengetahui
Kepala Sekolah
Guru Mata Pelajaran 






Lampiran 2
MATERI PEMBELAJARAN
Dalam perlombaan atletik , ada nomor–nomor yang dilakukan di lintasan (track) dan ada yang di lakukan di lapangan (field). Oleh sebab itu , di Amerika di namakan “track and field”. Atletik adalah olahraga yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan kegiatan alami manusia. Berlari, meloncat, dan melempar adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah kehidupan manusia. Lari cepat, yaitu lari yang diperlombakan dengan cara berlari secepat-cepatnya (sprint)yang dilakukan dalam lintasan lari, menempuh jarak 100 m, 200 m, dan 400 m. Lari cepat dapat di lakukan baik oleh pelari putra dan putri. Di dalam lomba lari cepat setiap pelari tidak diperbolehkan keluar dari lintasan masing- masing.
1.        Teknik Dasar Lari Jarak Pendek (Sprint)
Kunci dasar yang harus dikuasai oleh pelari jarak pendek (sprint) adalah start atau pertolakan, karena keterlambatan atau ketidak telitian pada waktu melakukan start sangat merugikan pelari jarak pendek (sprinter).
a)      Macam- macam start lari jarak pendek:
·      Start panjang (long start), yaitu start dengan posisi kaki yang lututnya tidak menempel di tanah, terletak di depan lutut yang menempel pada tanah.
·      Start menengah (medium start), yaitu dengan posisi kaki yang lututnya tidak menempel di tanah terletak di samping lutut yang menempel di tanah dengan jarak kurang lebih satu kepal.
·      Start pendek (short start), yaitu dengan posisi kaki yang lututnya tidak menempel di tanah terletak di antara kaki dan lutut lainnya.
b)      Start jongkok dengan aba-aba start.
·      Posisi saat aba- aba “ bersedia”
1)      Salah satu lutut diletakkan di tanah dengan jarak kurang lebih satu jengkal dari garis start. Kaki satunya di letakkan tepat di samping lutut yang menempel tanah kurang lebih satu kepal.
2)      Badan membungkuk ke depan, kedua tangan terletak di tanah di belakang garis start, keempat jari rapat, dan ibu jari terbuka (membungkuk huruf V)
3)      Kepala di tundukkan, leher rileks, pandangan kebawah dan konsentrasi pada aba-aba berikutnya.
·      Posisi saat aba-aba “siap”
1)      Lutut yang menempel di tanah di angkat , panggul diangkat setinggi bahu dan berat badan dibawa ke muka.
2)      Kepala tetap menunduk, leher rileks, pandangan ke bawah dan konsentrasi pada aba- aba berikutnya.

·      Posisi saat aba- aba “ya”
1)      Menolak ke depan dengan kekuatan penuh atau gerakan meluncur, tetapi jangan melompat.
2)      Badan tetap condong ke depan di sertai dengan tangan yang diayunkan .
3)      Dilanjutkan dengan langkah kaki pendek-pendek, tetapi cepat agar badan tidak jatuh tersungkur.



c)      Teknik  berlari dalam lari jarak pendek (sprint)
·      Prinsip lari cepat , yaitu lari pada ujung kaki, tumpuan kuat agar mendapat dorongan yang kuat.
·      Sikap badan condong ke depan , kurang lebih 60° sehingga titik berat badan selalu ke depan.
·      Ayunan lengan kuat dan cepat, siku di tekuk dan kedua tangan menggenggam lemah, agar gerakan langkah kaki juga cepat dan kuat.
·      Setelah kurang lebih 20 m dari garis start, langkah di perlebar dan sikap badan di condongkan ke depan tetap di pertahankan , serta ayunan lengan dan gerakan langkah juga di pertahankan kecepata dan kakuatannya, bahkan harus di tingkatkan.











d)     Teknik memasuki garis finish.
·      berlari secepat mungkin menuju garis finish.
·      Setelh sampai satu meter di depan garis finis, merebahkan badan kedepan tanpa mengurangi kecepatan.
·      Sampai pada garis finish dada di busungkan.
Lampiran 3


ANGKET FORMATIF SISWA

Nama          : ………………………………………………………....              Jenis Kelamin   : Putera / Puteri
SMPLB/Kelas: ……………………………………………………….             No. Absen         : ……………
Pilihlah jawaban dari pertanyaan berikut ini (No. 1-9) dengan memberikan tanda cek (√) pada salah satu kotak jawaban yang sesuai.


No.
Pertanyaan
Jawaban
1
Dalam mata pelajaran penjasorkes tadi, adakah hal yang membuat anda terkesan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu
2
Dalam mata pelajaran penjasorkes tadi, apakah anda belajar gerak baru yang sebelumnya anda belum bisa?
Ya
Tidak
Tidak Tahu
3
Dalam mata pelajaran penjasorkes tadi, apakah anda menjadi tahu/ paham tentang hal baru yang tadinya anda belum mengerti?
Ya
Tidak
Tidak Tahu
4
Dalam mata pelajaran penjasorkes tadi, apakah anda melaksanakan perintah/tugas dari guru dengan segera?
Ya
Tidak
Tidak Tahu
5
Dalam mata pelajaran penjasorkes tadi, apakah anda melaksanakan perintah/tugas dari guru dengan bersungguh-sungguh?
Ya
Tidak
Tidak Tahu
6
Dalam mata pelajaran penjasorkes tadi, apakah anda melaksanakan perintah/tugas dari guru dengan perasaan senang?
Ya
Tidak
Tidak Tahu
7
Dalam mata pelajaran penjasorkes tadi, pernahkah anda membantu teman agar dia dapat belajar dengan baik?
Ya
Tidak
Tidak Tahu
8
Dalam mata pelajaran penjasorkes tadi, apakah anda pernah dipuji atau dikoreksi oleh guru?
Ya
Tidak
Tidak Tahu
9
Dalam mata pelajaran penjasorkes tadi, apakah anda belajar sesuatu yang bermanfaat?
Ya
Tidak
Tidak Tahu





Lampiran 4


ANGKET PENGAMATAN PEMBELAJARAN PENJASORKES

Nama Pengamat    : ………………………………………................ NIP            : ……………………........
SMPLB/Kelas           :                                                                          Materi     : ………......................
Nama Guru              : .........................................................

Pahami pernyataan-pernyataan di bawah ini dan berikan tanda (X) pada salah satu tingkatan yang paling sesuai dengan hasil pengamatan anda.
No.
Kriteria Pengamatan
Kesesuaian
1
Guru menyiapkan dengan baik lapangan dan sarana prasarana pembelajaran penjasorkes hari ini.
STS
TS
S
SS
2
Guru mengecek kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran penjasorkes hari ini.
STS
TS
S
SS
3
Guru menyampaikan apersepsi (argumen perlunya para siswa mempelajari materi hari ini) secara lugas dan penuh makna.
STS
TS
S
SS
4
Guru membuat perintah belajar dengan singkat dan jelas.
STS
TS
S
SS
5
Siswa mendapat umpan balik (pujian atau koreksi) dari apa yang telah mereka kerjakan.
STS
TS
S
SS
6
Guru melakukan evaluasi formatif tentang sejauh mana para siswa mencapai indikator pembelajaran dengan sempurna.
STS
TS
S
SS
7
Semua siswa aktif (sibuk belajar atau membantu teman yang sedang belajar).
STS
TS
S
SS
8
Para siswa belajar dalam suasana menyenangkan.
STS
TS
S
SS
9
Guru terfokus membantu siswa untuk belajar dan mencapai tujuan belajar hari ini.
STS
TS
S
SS
10
Hari ini para siswa mendapatkan hasil belajar penjasorkes yang bermanfaat.
STS
TS
S
SS
Keterangan:
STS         = Sangat Tidak Sesuai                                                     TS           = Tidak Sesuai
S              = Sesuai                                                                               STS         = Sangat Sesuai



Lampiran 5


REKAPITULASI NILAI ATLETIK
MATERI POKOK LARI 50 METER (SPRINT)
(Sebelum Menggunakan Media Komputer dan LCD Projector)  
No
NAMA
NILAI PROSES DAN HASIL
NILAI
Nilai Akhir
KET
Psikomotor
Kognitif
Afektif
P x 50
K x 30
A x 20
1
2
3
4
1
2
1
2



1.














2.














3.














4.














5.














dst










































Lampiran 6
REKAPITULASI NILAI ATLETIK
MATERI POKOK LARI 50 METER (SPRINT)
(Sesudah menggunakan media komputer dan LCD Projector)  
No
NAMA
NILAI PROSES DAN HASIL
NILAI
Nilai Akhir
KET
Psikomotor
Kognitif
Afektif
P x 50
K x 30
A x 20
1
2
3
4
1
2
1
2



1.














2.














3.














4.














5.














Dst































0 komentar:

Poskan Komentar